Artikel Terakhir

Artikel

  • Pemuda yang Tumbuh dalam Ibadah kepada Allah
  • Artikel Terakhir
  • Shalat Berjama’ah adalah Syi’ar Islam
  • Berbenah Diri Menyambut Bulan Ramadhan
  • Urgensi Masjid dalam Masyarakat Madani

Artikel Terakhir

Pemuda yang Tumbuh dalam Ibadah kepada Allah

Pemuda yang Tumbuh dalam Ibadah kepada Allah

Oleh DR. Amin bin Abdullah Al-Syaqawi

عن أبي هريرة – رضي الله عنه -: أن النبي – صلى الله عليه وسلم – قال: ((سبعةٌ يظلُّهم الله – تعالى – في ظلِّه،…

Pemuda yang Tumbuh dalam Ibadah kepada Allah
Shalat Berjama'ah adalah Syi'ar Islam

Shalat Berjama’ah adalah Syi’ar Islam

Oleh Abu Zur’ah eth-Thoybi
Muroja’ah: Ustadz Muhammad Nur Yasin

1] Muqoddimah

Segala puji milik Alloh 'Azza wa Jalla . Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah untuk Rosululloh Shallallahu 'alaihi wa Sallam.

Wa ba’du:

Saudara-saudariku semoga…

Shalat Berjama’ah adalah Syi’ar Islam
Berbenah Diri Menyambut Bulan Ramadhan

Berbenah Diri Menyambut Bulan Ramadhan

Allah Ta’ala telah mengutamakan sebagian waktu (zaman) di atas sebagian lainnya, sebagaimana Dia mengutamakan sebagian manusia di atas sebagian lainnya dan sebagian tempat di atas tempat lainnya.

Allah Ta’ala berfirman,

وَرَبُّكَ يَخْلُقُ…

Berbenah Diri Menyambut Bulan Ramadhan
Urgensi Masjid dalam Masyarakat Madani

Urgensi Masjid dalam Masyarakat Madani

Ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya hijrah dari Mekkah ke Madinah, beliau singgah di suatu tempat yang dikenal dengan Quba. Di sinilah Rasulullah membangun sebuah masjid yang…

Urgensi Masjid dalam Masyarakat Madani
PreviousNext

Pemuda yang Tumbuh dalam Ibadah kepada Allah

Oleh DR. Amin bin Abdullah Al-Syaqawi

عن أبي هريرة – رضي الله عنه -: أن النبي – صلى الله عليه وسلم – قال: رواه البخاري ومسلم

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tujuh golongan manusia yang Allah akan menaungi mereka dibawah naungan-Nya, di masa tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah, laki-laki yang hatinya terpaut di masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah; berjumpa dan berpisah karena-Nya, seorang laki-laki yang diajak (berzina) oleh seorang perempuan yang terpandang dan cantik, kemudian ia berkata, “sungguh aku takut kepada Allah”, orang yang bersedekah dengan suatu sedekah kemudian ia menyembunyikannya, hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya, dan orang yang mengingat Allah saat sendirian lalu air matanya mengalir.” (HR Bukhari Muslim)

Continue reading Pemuda yang Tumbuh dalam Ibadah kepada Allah

Shalat Berjama’ah adalah Syi’ar Islam

Oleh Abu Zur’ah eth-Thoybi
Muroja’ah: Ustadz Muhammad Nur Yasin

1] Muqoddimah

Segala puji milik Alloh ‘Azza wa Jalla . Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah untuk Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.

Wa ba’du:

Saudara-saudariku semoga Alloh Subhanahu wa Ta’ala merahmatimu…

Ketahuilah, sholat yang dilaksanakan secara berjamaah adalah salah satu syiar Islam yang paling besar. Dengannya, persaudaraan di antara kaum muslimin bertambah erat, pertahanan kaum muslimin bertambah kuat, dan menjadikan kaum muslimin disegani oleh umat-umat.

Sesungguhnya pondasi segala urusan adalah Islam, tiangnya adalah sholat, kemudian puncaknya adalah jihad. Sholat secara berjamaah adalah kebiasaan para da’i-da’i yang mengajak kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Tiap kali terdengar seruan adzan mereka segera meninggalkan urusan-urusannya lalu bergegas memenuhi panggilan Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Tidaklah seseorang membiasakan hal ini melainkan akan bertambah kecintaannya kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala sehingga Alloh Subhanahu wa Ta’ala memudahkan baginya untuk melaksanakan amalan-amalan sholih lain, tidak meremehkan amalan selainnya, menjadi baik akhlaknya, dan bertambah kewibawaanya di mata makhlukNya.

Sungguh, Allah telah menyediakan pahala yang besar dalam sholat berjamaah. Rosulululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah menyebutkannya dalam hadits-haditsnya. Di antaranya adalah,

صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلَاةَ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

“Sholat berjamaah melebihi keutamaan sholat sendirian dengan selisih 27 derajat.”[1]

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ تَعَالَى فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ إِمَامٌ عَدْلٌ وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ اللَّهِ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

Ada tujuh (golongan orang beriman) yang akan mendapat naungan (perlindungan) dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala dibawah naunganNya pada hari ketika tidak ada naungan kecuali naunganNya. Yaitu,

[1] pemimpin yang adil,
[2] seorang pemuda yang menyibukkan dirinya dengan ibadah kepada Robbnya,
[3] seorang laki-laki yang hatinya terpaut dengan masjid,
[4] dua orang laki-laki yang saling mencintai karena Alloh
Subhanahu wa Ta’ala, keduanya bertemu karena Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan berpisah karena Alloh Subhanahu wa Ta’ala,
[5] seorang laki-laki yang diajak berbuat maksiat oleh seorang wanita kaya lagi cantik lalu dia berkata, “Aku takut kepada Alloh”,
[6] seorang yang bersedekah dengan menyembunyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya, dan
[7] seorang laki-laki yang berdzikir kepada Alloh
Subhanahu wa Ta’ala dengan mengasingkan diri sendirian hingga kedua matanya basah karena menangis.” [2]

Continue reading Shalat Berjama’ah adalah Syi’ar Islam

Berbenah Diri Menyambut Bulan Ramadhan

Allah Ta’ala telah mengutamakan sebagian waktu (zaman) di atas sebagian lainnya, sebagaimana Dia mengutamakan sebagian manusia di atas sebagian lainnya dan sebagian tempat di atas tempat lainnya.

Allah Ta’ala berfirman,

وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ

Dan Rabbmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya, sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka” (QS al-Qashash:68).

Syaikh ‘Abdur Rahman as-Sa’di ketika menafsirkan ayat di atas, beliau berkata, “(Ayat ini menjelaskan) menyeluruhnya ciptaan Allah bagi seluruh makhluk-Nya, berlakunya kehendak-Nya bagi semua ciptaan-Nya, dan kemahaesaan-Nya dalam memilih dan mengistimewakan apa (yang dikehendaki-Nya), baik itu manusia, waktu (jaman) maupun tempat”[1].

Termasuk dalam hal ini adalah bulan Ramadhan yang Allah Ta’ala utamakan dan istimewakan dibanding bulan-bulan lainnya, sehingga dipilih-Nya sebagai waktu dilaksanakannya kewajiban berpuasa yang merupakan salah satu rukun Islam.

Sungguh Allah Ta’ala memuliakan bulan yang penuh berkah ini dan menjadikannya sebagai salah satu musim besar untuk menggapai kemuliaan di akhirat kelak, yang merupakan kesempatan bagi hamba-hamba Allah Ta’ala yang bertakwa untuk berlomba-lomba dalam melaksanakan ketaatan dan mendekatkan diri kepada-Nya[2].

Bagaimana Seorang Muslim Menyambut Bulan Ramadhan? Continue reading Berbenah Diri Menyambut Bulan Ramadhan

Urgensi Masjid dalam Masyarakat Madani

Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya hijrah dari Mekkah ke Madinah, beliau singgah di suatu tempat yang dikenal dengan Quba. Di sinilah Rasulullah membangun sebuah masjid yang diberi nama Masjid Quba. Begitu juga ketika sampai di Madinah Rasulullah membangun Masjid Nabawi. Ini semua menunjukan bahwa masjid memiki kedudukan yang sangat penting bagi kaum muslimin.

Continue reading Urgensi Masjid dalam Masyarakat Madani

Keutamaan Masjidil Aqsha

Membicarakan tanah Palestina, tentu tidak bisa dilepaskan dengan keberadaan Masjidil Aqsha yang penuh berkah ini. Terdapat banyak nash yang secara jelas menunjukkan keutamaan masjid ini. Berikut kami bawakan risalah Syaikh Abu Abdirrahman Hisyam Al-Arif Al-Maqdisi, yang termuat dalam Majalah Al-Ashalah, Edisi 30/Tahun ke 5/15 Syawwal 1421H. Risalah ini sangat bermanfaat membantu pengertian dan pemahaman kita terhadap Masjidil Aqsha. Sehingga kepedulian dan harapan kaum Muslimin terhadap masjid yang pernah menjadi kiblat kaum Muslimin ini memiliki hujjah yang nyata. Continue reading Keutamaan Masjidil Aqsha

Urgensi Masjid & Keterikatannya dengan Masyarakat Muslim

Masjid memiliki urgensi yang besar dan kedudukan yang agung dalam masyarakat Islam. Al-Qur`an al-Karim telah menegaskan kedudukan masjid dan ganjaran bagi orang yang yang menyibukkan dirinya dalam memakmurkan masjid.

Continue reading Urgensi Masjid & Keterikatannya dengan Masyarakat Muslim

Pembangunan Masjid Nabawi, Pondasi Masyarakat Islam

Oleh : DR. Mahdi Rizqullah

Setelah unta tunggangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berhenti di suatu tempat di Madinah, maka kaum muslimin menjadikannya sebagai tempat untuk menunaikan shalat. Tempat itu merupakan tempat penjemuran kurma milik Suhail dan Sahl, dua anak yatim dari Bani Najjâr yang berada dalam pemeliharaan As’ad bin Zurârah.

Ketika tunggangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berhenti di tempat itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

هَذَا إِنْ شَاءَ اللهُ الْمَنْزِلُ

“Insya Allah, tempat ini (untuk) rumah.” [HR Bukhâri]

Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil kedua anak yatim itu dan menawar tanah itu untuk dijadikan masjid. Tetapi kedua anak itu berkata: “Justru kami ingin memberikannya kepada anda, wahai Rasulullah”. Meski demikian, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam merasa enggan menerima pemberian dua anak kecil ini, sehingga beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap membelinya. Dan di atas tanah ini, Masjid Nabawi dibangun.

Continue reading Pembangunan Masjid Nabawi, Pondasi Masyarakat Islam

Fungsi dan Peranan Masjid di Era Modern

Oleh Al-Qoyuni

Salah satu unsur penting dalam struktur masyarakat Islam adalah masjid. Selain sebagai tempat ibadah sama halnya dengan gereja, pura, wihara dan yang lain sebagainya, masjid digunakan umat Islam untuk berbagai keperluan misalnya di bidang pendidikan, kegiatan sosial, ekonomi, pemerintahan dan lain-lain. Pada masa awal perkembangan Islam, yaitu pada zaman Rasullah, masjid merupakan pusat pemerintahan, kegiatan pendidikan, kegiatan sosial dan ekonomi. Sebagai kepada pemerintahan dan kepala Negara Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mempunyai istana seperti halnya para raja pada waktu itu, beliau menjalankan roda pemerintahan dan mengatur umat Islam di masjid, permasalahan-permasalahan umat beliau selesaikan bersama-sama dengan para sahabat di masjid bahkan hingga mengatur strategi peperangan. Tradisi ini kemudian tetap dilestarikan oleh para khulafaur Rasyidin dan khalifah-khalifah setelahnya, namun pada perkembanganya di bidang pemerintahan masjid hanya di jadikan symbol pemerintahan Islam, walaupun terletak biasanya di pusat pemerintahan berdampingan dengan pusat kekuasaan. Kemegahan sebuah masjid menjadi kebanggaan bagi penguasa, peninggalan-peninggalan tersebut masih kita dapati di berbagai tempat bekas kejayaan pemerintahan Islam, baik di Timur Tengah maupun di Eropa.

Continue reading Fungsi dan Peranan Masjid di Era Modern